Lolos Dari Tembakan

Ketika mendengar ulasan tentang kelalaian polisi dalam mempergunakan senjata api yang dipercayakan kepada mereka, saya hanya bisa mengangguk tanda setuju. Pasalnya saya sendiri pernah menjadi korban salah tembak yang dilakukan oleh seorang personel kepolisian. Namun Alhamdulillah, sebagai murid Kang Masrukhan, pimpinan Asosiasi Parapsikologi Nusantara, saya tidak pernah lupa membawa Mustika Merah Delima kemanapun saya pergi. Berkat Mustika Merah Delima tersebut tembakan yang mengarah persis ke arah dahi saya meleset beberapa inchi.

Pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan tersebut terjadi sekitar tiga minggu sebelum hari lebaran tahun lalu. Saya yang tidak tahu apa-apa kebetulan tengah berjalan di sebuah gang tikus ketika seorang polisi mengejar tersangka pencurian yang berusaha melarikan diri. Entah karena sempitnya gang atau karena gesitnya si pencuri, ujung pistol yang diacungkan petugas kepolisian tersebut malah mengarah ke kening saya.

Apa yang terjadi pada detik berikutnya tidak mungkin saya ceritakan secara jelas, sebab saya sendiripun masih bingung setiap kali teringat akan peristiwa hari itu. Lafal ‘Allahu Akbar’ sudah sempat saya lantunkan dalam hati karena berpikir saya akan mati sebentar lagi. Tapi ternyata Allah masih menyayangi hamba-Nya yang satu ini. Begitu membuka mata di siang hari yang sama, saya sadar bahwa saya masih bernyawa dan tidak sedikitpun mengalami luka. Justru pipa air di sebelah kanan telinga saya lah yang berlubang ditembus timah panas. Subhanallah…. 

Ega – Jakarta