Mengurungkan Perampokan

Tinggal sendiri memang terkadang beresiko, apalagi bagi seorang perempuan muda seperti saya. Lokasi rumah yang berada di daerah sepi juga menambah kemungkinan terjadinya tindak kejahatan, termasuk upaya perampokan yang beberapa waktu lalu sempat saya alami.

Malam itu saya mengunci seluruh pintu dan jendela seperti biasa. Tetapi sekitar pukul dua belas saya terbangun karena mendengar suara langkah samar-samar yang disusul dengan bunyi gesekan logam, seakan ada yang berusaha mencongkel jendela rumah saya. Sewaktu suara tersebut saya telusuri, nampaklah sepasang pencuri dengan wajah tertutup topeng tengah menerobos masuk lewat jendela samping.

Sebagai seorang gadis yang menempati rumah tersebut seorang diri, tak heran jika saya berteriak seketika. Mau membela diri tidak bisa, mempertahankan harta benda apa lagi. Sudah begitu kedua pencuri yang saya lihat jelas-jelas memegang sabit di tangan mereka. Habislah sudah.

Tapi Subhanallah…apa yang kemudian terjadi sama sekali tidak masuk akal nalar. Ketika petugas siskamling yang kebetulan mendengar suara jeritan menghambur ke rumah saya,  kedua pencuri tadi sudah tergeletak tanpa daya diatas lantai. Tak tahu kenapa. Baru keesokan harinya saya teringat, bahwa sejak seminggu sebelumnya saya menyimpan Mustika Merah Delima yang diberikan ibu saya sebagai pelindung spiritual. Alhamdulillah….selamatlah nyawa dan harta saya dari tindak kejahatan yang tidak diinginkan itu.

Leila P. – Bandung