Menyelamatkan Nyawa dari Bencana

Tengah malam beberapa bulan lalu saya dihubungi oleh seorang relawan posko darurat bencana yang mengabarkan bahwa sebuah kapal penyeberangan baru saja dipastikan tenggelam di Laut Jawa. Batin saya mencelos, pasalnya di dalam kapal yang tenggelam tersebut ada anak perempuan saya satu-satunya.

Sambil menahan panik saya bergegas memanggil taksi dan berniat menyusul ke posko darurat, masih dengan berbalut baju tidur dan sandal jepit di kedua kaki. Tapi untungnya suami saya segera menenangkan. Dikatakannya bahwa sebelum pergi ia sempat membekali putri kami dengan kalung berbandul Mustika Merah Delima, sehingga yang perlu kami lakukan hanya tinggal berdoa dan meminta yang terbaik bagi putri tercinta.

Esok harinya kami berangkat bersama ke posko darurat bencana. Setelah bermalam hingga dua hari, akhirnya kabar baik yang kami tunggu tiba juga. Putri kami termasuk diantara lima orang korban yang berhasil diselamatkan oleh Tim SAR setelah mengapung-apung di laut selama tiga hari. Alhamdulillah, meski kondisi fisiknya cukup lemas dan ditambah dengan kedinginan pula, namun putri kami akhirnya pulang dalam keadaan selamat dan bernyawa. Subhanallah….

Titin – Yogyakarta